MERAIH
ASA MENGGAPAI CITA-CITA
Harapan sebagian besar pelajar adalah melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mengenyam bangku perkuliahan dan
merasakan status menjadi mahasiswa tentu hanyalah sebuah impian kecil. Bagi
kalangan masyarakat dengan kondisi ekonomi yang berada di kelas menengah ke
bawah sangat sedikit yang mempunyai pandangan akan dunia perkuliahan. Beberapa
dari mereka menganggap bahwa kuliah membutuhkan biaya yang tak sedikit, hal ini
tentu sangat memberatkan jika untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah
susah payah apalagi harus membayar biaya kuliah.
Beberapa rintangan tidak akan menghalangi suatu tekad
kuat yang dimiliki seorang pelajar untuk meraih asa menggapai cita-cita. Kuliah
adalah jalan yang harus ditempuh oleh pelajar untuk menggapai apa yang ia
cita-citakan. Biaya kuliah ataupun kondisi ekonomi tentu menjadi sebuah
kendala, namun percayalah bahwa suatu niat baik akan mudah dicapai. Sesulit apa
pun rintangannya pasti akan ada jalan untuk melewatinya.
Seperti yang telah tercantum dalam konstitusi negara
Republik Indonesia yakni UUD 1945 pasal 31 disebutkan bahwa tiap-tiap warga negara
berhak mendapatkan pengajaran. Berdasarkan pasal tersebut, maka pemerintah
pusat dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta
menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara
tanpa diskriminasi. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan
biaya yang cukup besar. Oleh karena itu setiap peserta didik pada satuan
pendidikan berhak mendapatkan bantuan biaya pendidikan bagi mereka yang
memiliki potensi akademik baik dan tidak mampu secara ekonomi serta berhak
mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.
Peningkatan
pemerataan akses jenjang perguruan tinggi yang tercermin dari Angka Partisipasi
Kasar (APK) untuk melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah dibandingkan
dengan negara berkembang pada umumnya. Dengan demikian masih cukup banyak
lulusan jenjang pendidikan menengah yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan
tinggi termasuk mereka yang berpotensi akademik baik dari keluarga tidak mampu
secara ekonomi. Selain itu peningkatan akses terhadap informasi dan sumber
pendanaan juga relatif terbatas.
Berbagai
jenis beasiswa dan atau bantuan biaya pendidikan baik oleh pemerintah pusat,
pemerintah daerah maupun dari dunia usaha atau industri telah diluncurkan. Akan
tetapi bantuan yang diberikan relatif belum dapat memenuhi kebutuhan studi,
jumlah sasaran dan belum menjamin keberlangsungan studi mahasiswa hingga selesai.
Pemerintah melalui Direktorat
Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan
Pendidikan Tinggi mulai tahun 2010 meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan
Bidikmisi yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu
secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di
perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Sasaran program
Bidikmisi adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk
lain yang sederajat yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi
akademik yang baik.
Bantuan biaya
pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan
tinggi selama 8 semester untuk program Diploma IV dan S1, dan
selama 6 semester untuk program Diploma III. Beasiswa ini berupa pembebasan
dari seluruh biaya pendidikan selama di perguruan tinggi, baik uang pangkal
maupun SPP per bulan. Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa juga menerima
uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.
Tujuan
diselenggarakannya beasiswa Bidikmisi adalah untuk meningkatkan akses dan
kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu
secara ekonomi dan berpotensi akademik baik, memberi bantuan biaya pendidikan
kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program
Diploma atau Sarjana sampai selesai
dan tepat waktu, meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, kokurikuler
maupun ekstrakurikuler, menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa
lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetitif, dan melahirkan lulusan
yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan
dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Suatu
penghargaan besar bagi pelajar mempunyai tekad kuat untuk berkuliah walau
terkendala ekonomi. Pemerintah hadir untuk membantu dan memberikan solusi,
melalui program Bidikmisi bantuan pendidikan siap diberi sehingga kendala
ekonomi tiada lagi. Kau putra putri Indonesia, kau mutiara yang terpendam, jangan sedih
memikirkan susah, kemiskinan jangan jadi penghalang. Ayo bangkitlah bersama,
meraih asa menggapai cita-cita, menuju generasi emas Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar