Jumat, 31 Mei 2019

Essay tentang Bidikmisi


 MERAIH ASA MENGGAPAI CITA-CITA



Harapan sebagian besar pelajar adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mengenyam bangku perkuliahan dan merasakan status menjadi mahasiswa tentu hanyalah sebuah impian kecil. Bagi kalangan masyarakat dengan kondisi ekonomi yang berada di kelas menengah ke bawah sangat sedikit yang mempunyai pandangan akan dunia perkuliahan. Beberapa dari mereka menganggap bahwa kuliah membutuhkan biaya yang tak sedikit, hal ini tentu sangat memberatkan jika untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah payah apalagi harus membayar biaya kuliah.
Beberapa rintangan tidak akan menghalangi suatu tekad kuat yang dimiliki seorang pelajar untuk meraih asa menggapai cita-cita. Kuliah adalah jalan yang harus ditempuh oleh pelajar untuk menggapai apa yang ia cita-citakan. Biaya kuliah ataupun kondisi ekonomi tentu menjadi sebuah kendala, namun percayalah bahwa suatu niat baik akan mudah dicapai. Sesulit apa pun rintangannya pasti akan ada jalan untuk melewatinya.
Seperti yang telah tercantum dalam konstitusi negara Republik Indonesia yakni UUD 1945 pasal 31 disebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Berdasarkan pasal tersebut, maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu setiap peserta didik pada satuan pendidikan berhak mendapatkan bantuan biaya pendidikan bagi mereka yang memiliki potensi akademik baik dan tidak mampu secara ekonomi serta berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.
Peningkatan pemerataan akses jenjang perguruan tinggi yang tercermin dari Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah dibandingkan dengan negara berkembang pada umumnya. Dengan demikian masih cukup banyak lulusan jenjang pendidikan menengah yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi termasuk mereka yang berpotensi akademik baik dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Selain itu peningkatan akses terhadap informasi dan sumber pendanaan juga relatif terbatas.
Berbagai jenis beasiswa dan atau bantuan biaya pendidikan baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari dunia usaha atau industri telah diluncurkan. Akan tetapi bantuan yang diberikan relatif belum dapat memenuhi kebutuhan studi, jumlah sasaran dan belum menjamin keberlangsungan studi mahasiswa hingga selesai.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mulai tahun 2010 meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Sasaran program Bidikmisi adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik yang baik.
Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 semester untuk program Diploma III. Beasiswa ini berupa pembebasan dari seluruh biaya pendidikan selama di perguruan tinggi, baik uang pangkal maupun SPP per bulan. Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa juga menerima uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.
Tujuan diselenggarakannya beasiswa Bidikmisi adalah untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik, memberi bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program Diploma atau Sarjana sampai selesai dan tepat waktu, meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler, menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetitif, dan melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Suatu penghargaan besar bagi pelajar mempunyai tekad kuat untuk berkuliah walau terkendala ekonomi. Pemerintah hadir untuk membantu dan memberikan solusi, melalui program Bidikmisi bantuan pendidikan siap diberi sehingga kendala ekonomi tiada lagi. Kau putra putri Indonesia, kau mutiara yang terpendam, jangan sedih memikirkan susah, kemiskinan jangan jadi penghalang. Ayo bangkitlah bersama, meraih asa menggapai cita-cita, menuju generasi emas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar