Persatukan Umat Teguhkan Iman Menjelang Ramadhan
Wonosido, adalah sebuah desa di kecamatan Pituruh, kabupaten Purworejo.
Letaknya ± 12 km dari
kecamatan dan berada di daerah pegunungan. Masyarakat desa Wonosido umumnya
beragama Islam (NU) dan juga sangat menjunjung tinggi nilai sosial dan budaya.
Di tahun ini ada suatu acara yang
unik di bulan Sya’ban menjelang Ramadhan tiba, acaranya yaitu Ruwahan
atau acara kirim do’a/tahlil untuk arwah orang yang telah meninggal. Sebenarnya
acara ruwahan ini sudah ada sejak dahulu, namun acara tersebut
dilaksanakan oleh masing-masing keluarga dan di rumah masing-masing.
Nah, untuk tahun ini, salah seorang
tokoh ulama desa Wonosido, beliau Kyai Abdul Hadi imam ”Masjid Nurul Huda”
mengusulkan bahwa untuk acara ruwahan mungkin bisa diadakan secara
bersama dan dilaksanakan di masjid. Karena dengan alasan, jika acara tersebut
diadakan secara bersama maka biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan
waktu pun menjadi efisien karena dapat dilakukan sekali di satu tempat.
Selain itu, beliau juga menambahkan
keuntungan jika ruwahan tersebut diadakan secara bersama. Menurutnya,
acara tersebut dapat meningkatkan rasa solidaritas dan gotong royong antarmasyarakat
serta dapat menjadi media pemersatu umat dalam dakwahnya. Hal itu beliau
katakan kepada anggota Majelis Takmir Masjid Nurul Huda yang diketuai oleh
Ngadimin, S.Pd. saat pertemuan rutin. Beliau juga mengatakan betapa pentingnya
benteng keimanan yang harus dimiliki oleh setiap orang di era saat ini, karena
kini telah banyak aliran-aliran agama Islam yang menyimpang dan juga
membahayakan.
Beberapa hari
setelah pertemuan rutin tersebut, anggota TM Nurul Huda dengan dukungan dari
perangkat desa Wonosido pun menyetujui usulan dari Kyai Abdul Hadi untuk
mengadakan ruwahan bersama di masjid.
Pada hari Sabtu
malam Minggu (4/6), acara tersebut dilaksanakan dan diikuti oleh dua rukun
tetangga (RT), yaitu RT 01 dan RT 02. Dari RT 01 yang mengikuti sebanyak 17
keluarga dan dari RT 02 sebanyak 28 keluarga, jadi total keseluruhan yang
mengikuti acara ruwahan bersama di masjid sebanyak 45 keluarga.
Walaupun ini baru
kali pertama diadakan ruwahan bersama, namun acara tersebut dapat
berjalan dengan lancar sesuai yang diinginkan dan beberapa orang mengaku senang
karena dapat menyelenggarakan suatu acara bersama dengan masyarakat lainnya
sebagai wujud dari rasa “gotong royong”.
Demikianlah mengenai
suatu acara menjelang bulan Ramadhan di Desa Wonosido sebagai media pemersatu
umat dengan cara meneguhkan iman dan keyakinan pada Yang Maha Kuasa serta tidak
meninggalkan nilai-nilai budaya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar