Jumat, 10 Juni 2016

Masyarakat Desa Wonosido Menggelar Acara Ruwahan Bersama Menjelang Ramadhan Sebagai Media Pemersatu Umat



Persatukan Umat Teguhkan Iman Menjelang Ramadhan



Wonosido, adalah sebuah desa di kecamatan Pituruh, kabupaten Purworejo. Letaknya ± 12 km dari kecamatan dan berada di daerah pegunungan. Masyarakat desa Wonosido umumnya beragama Islam (NU) dan juga sangat menjunjung tinggi nilai sosial dan budaya.
Di tahun ini ada suatu acara yang unik di bulan Sya’ban menjelang Ramadhan tiba, acaranya yaitu Ruwahan atau acara kirim do’a/tahlil untuk arwah orang yang telah meninggal. Sebenarnya acara ruwahan ini sudah ada sejak dahulu, namun acara tersebut dilaksanakan oleh masing-masing keluarga dan di rumah masing-masing.
Nah, untuk tahun ini, salah seorang tokoh ulama desa Wonosido, beliau Kyai Abdul Hadi imam ”Masjid Nurul Huda” mengusulkan bahwa untuk acara ruwahan mungkin bisa diadakan secara bersama dan dilaksanakan di masjid. Karena dengan alasan, jika acara tersebut diadakan secara bersama maka biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan waktu pun menjadi efisien karena dapat dilakukan sekali di satu tempat.
Selain itu, beliau juga menambahkan keuntungan jika ruwahan tersebut diadakan secara bersama. Menurutnya, acara tersebut dapat meningkatkan rasa solidaritas dan gotong royong antarmasyarakat serta dapat menjadi media pemersatu umat dalam dakwahnya. Hal itu beliau katakan kepada anggota Majelis Takmir Masjid Nurul Huda yang diketuai oleh Ngadimin, S.Pd. saat pertemuan rutin. Beliau juga mengatakan betapa pentingnya benteng keimanan yang harus dimiliki oleh setiap orang di era saat ini, karena kini telah banyak aliran-aliran agama Islam yang menyimpang dan juga membahayakan.
Beberapa hari setelah pertemuan rutin tersebut, anggota TM Nurul Huda dengan dukungan dari perangkat desa Wonosido pun menyetujui usulan dari Kyai Abdul Hadi untuk mengadakan ruwahan bersama di masjid.
Pada hari Sabtu malam Minggu (4/6), acara tersebut dilaksanakan dan diikuti oleh dua rukun tetangga (RT), yaitu RT 01 dan RT 02. Dari RT 01 yang mengikuti sebanyak 17 keluarga dan dari RT 02 sebanyak 28 keluarga, jadi total keseluruhan yang mengikuti acara ruwahan bersama di masjid sebanyak 45 keluarga.
Walaupun ini baru kali pertama diadakan ruwahan bersama, namun acara tersebut dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diinginkan dan beberapa orang mengaku senang karena dapat menyelenggarakan suatu acara bersama dengan masyarakat lainnya sebagai wujud dari rasa “gotong royong”.
Demikianlah mengenai suatu acara menjelang bulan Ramadhan di Desa Wonosido sebagai media pemersatu umat dengan cara meneguhkan iman dan keyakinan pada Yang Maha Kuasa serta tidak meninggalkan nilai-nilai budaya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar